Sukseskan Muktamar XX IMM, Fazzar Muarif : Forum Autentik Menyemai Pemimpin Masa Depan

Sebarkan:



FOTO - Kabid Hikmah dan Kebijakan Publik DPC IMM Kubu Raya, Fazzar Muarif. (IST) 

Ninemedia.id - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan melaksanakan Muktamar Ke - XX pada tanggal 1 - 3 Maret 2024 di Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Perhelatan Muktamar menjadi lebih special karena dilaksanakan di bulan maret yang menjadi bulan IMM, 14 maret mendatang menandai usia IMM yang ke 60 sejak didirikan tahun 1964 silam. 

Sejarah panjang IMM yang telah melalui berbagai pasang surut dinamika kebangsaan dan keummatan, sejatinya semakin memperkokoh posisi dan kontribusinya dalam pergaulan kebangsaan hari-hari ini.

BACA JUGA - Ratusan Massa IMM Kalbar Gelar Aksi Damai bertajuk "Terimakasih Pahlawan Demokrasi" di Depan Kantor KPU dan Bawaslu

Muktamar sebagai ajang musyawarah tertinggi bagi IMM, menjadi sangat strategis dan menentukan. 

Sebagai forum yang mempertemukan kader dari seluruh penjuru negeri, termasuk cabang istimewa IMM yang ada di luar negeri, dalam kondisi yang demikian sejatinya momentum muktamar menjadi satu anak tangga yang akan mengantarkan IMM pada cita-cita luhur para founding parents yang diterjemahkan dalam berbagai rumusan–rumasan gerakan.

Muktamirin sejatinya menjadikan muktamar sebagai perjumpaan intelektual, diskursus ide dan gagasan mewarnai dinamika muktamar, bahkan jauh waktu sebelum sampai diarena, seluruh pembicaraan kader dan struktur kepemimpinan IMM telah melakukan dialetika dengan kader-kader di akar rumput sekaitan harapan mereka terhadap masa depan organisasi yang akan dibincangkan di forum muktamar. 

BACA JUGA - PC IMM Kubu Raya Menolak Hasil Musyda DPD IMM Kalbar XVIII

Ini penting untuk mamastikan bahwa kebijakan–kebijakan organisasi dan kepemimpinan IMM di tingkat nasional dapat dirasakan kehadirannya di akar rumput.

[cut]



FOTO - Kabid Hikmah dan Kebijakan Publik DPC IMM Kubu Raya, Fazzar Muarif. (IST) 

Kabid Hikmah dan Kebijakan Publik DPC IMM Kubu Raya, Fazzar Muarif menyebutkan muktamar harus dijadikan sebagai forum yang paling autentik bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi perjalanan organisasi, merumuskan langkah-langkah strategis dan progresif demi mendorong daya juang organisasi. 

Tak hanya itu, Kata Dia Kualitas muktamar juga akan ditentukan oleh rekomendasi yang diproduksi sekaitan dengan dinamika Kebangsaan, Keummatan dan kemanusiaan yang hari–hari ini mengalami pergeseran yang mengkhawatirkan.

"Rekomendasi yang dilahirkan baikanya dapat menjadi jawaban atas berbagai problem yang dihadapi tersebut," Katanya. 

BACA JUGA - Bupati Satono Ajak PPNI Wujudkan Misi Sambas Berkemajuan

Lanjutnya, IMM Sebagai pemasok intelektual Muhammadiyah, oleh karena itu, muktamar tidak boleh sekedar menjadi rutinitas dua tahunan.

Tetapi, sambung Fazzar bagaimana perkelahian ide dan gagasan itu dapat malahirkan kebijakan yang dapat semakin memperkuat kultur inteletual kader, sehingga menjadikan IMM sebagai kelompok anak muda yang memiliki kekuatan intelektual dan moral. 

"Kekuatan pikiran dan kritisimse inilah yang harusnya menjadi nilai jual organisasi," Imbuhnya. 

BACA JUGA - Pasca Pemilu 2024, Bupati Satono Imbau Warga Jaga Persatuan

Menurutnya, Organisasi ini akan menjadi lemah jika hanya diukur dari kekuatan structural dan angka-angka kuantitatif lainnya, IMM tidak boleh dipandang sekeder sekumpulan massa anak muda, IMM adalah organisasi perkaderan yang mendesain kadernya dengan kompetensi inteletual, religiusitas dan humanis.

"Kekuatan pikiran, kritisisme, dan kawan – kawannya itulah yang harus dimaksimalkan oleh elit-elit IMM untuk melakukan bargaining dalam rangka pelibatan IMM dan kader IMM untuk memberikan kontribusi maksimal terhadap pembangunan bangsa dan Negara," Katanya. 

Pada titik inilah, lanjut Fazzar agenda muktamar yang paling seksi bagi muktamirin yakni suksesi kepemimpinan, tentunya tidak boleh lepas dari nilai-nilai yang telah disebutkan sebelumnya. 

BACA JUGA - Bupati Satono Bantu Pembangunan Musholla Desa Malek

Dikatakannya, Muktamar adalah wadah sirkulasi kepemimpinan IMM di tingkat nasional, menjadi harapan besar berikutnya adalah sirkulasi kepemimpinan IMM di tingkat nasional melalui muktamar ini juga dapat mempelopori lahirnya elit elit baru ditubuh IMM.

[cut]



FOTO - Kabid Hikmah dan Kebijakan Publik DPC IMM Kubu Raya, Fazzar Muarif. (IST) 

Melalui diskursus dan dialetika yang mewarnai forum Muktamar, Fazzar berharap dapat melahirkan tokoh baru yang nantinya akan memimpin IMM di tingkat nasional, semakin banyak tokoh yang lahir pada setiap momentum muktamar maka potensi diaspora kader semakin besar, dan ini akan menjadi kekuatan berikut yang dimiliki IMM.

"Maka sudah sepatutnya para kandidat, baik kandidat Ketua Umum maupun Kandidat Formatur untuk mendinamisasi dirinya tentunya secara ide dan gagasan sehingga menjadi layak dipilih oleh peserta muktamar untuk manahkodai IMM pada periodesasi mendatang," Katanya. 

Kemudian, Kata Dia Para kandidat yang akan bertarung di muktamar harusnya menyadari bahwa mereka adalah elit elit IMM hari ini, yang akan menjadi pimpinan organisasi di tingkat nasional sekaligus sebagai tempat penyemaian tokoh – tokoh bangsa di masa mendatang yang memiliki nilai intelektual dan moral.

Baca Juga: Bupati Satono Apresiasi Inovasi Pengelolaan Dana dan Aset Desa

Oleh karena itu, Dikatakan Fazzar kader IMM yang akan menentukan kepemimpinan IMM ditinkat nasional harus memberikan kriteria yang ketat untuk memberikan dukungan. 

"Kita harus memberikan poin bahwa pimpinan IMM (Ketum dan seluruh jajaran) dipilih tidak sekedar untuk mengisi struktur kepemimpinan yang ada, tetapi dipersiapkan dan harus siap untuk mendesain dirinya menjadi pemimpin bangsa dan umat dimasa masa mendatang. Untuk itu rekam jejak kepemimpinan menjadi penting sebagai bahan pertimbangan," Katanya. 

Tambahnya, jadikan muktamar tidak sekedar menjadi arena perebutan posisi tapi diikuti dengan pertarungan ide dan gagasan sebagai suatu yang prinsipil tidak hanya dari individu–individu kader tetapi terkhusus bagi seluruh kandidat yang akan bertarung, dengan demikian muktamirin tidak sekedar memilih jasad, tetapi jasad yang memiliki ruh, karena itu adalah daya penggerak kehidupan.

Baca Juga: Bupati Satono Pantau Pelaksanaan TMMD Ke-119 di Kecamatan Sajad

"Selamat bermuktamar Immawan dan Immawati. Setinggi-tinggi ananda memiliki ilmu, seluas ananda memiliki pergaulan dan sehebat ananda memiliki posisi, semuanya akan menjadi hambar bahkan luruh ketika kehilangan pondasi akal dan integritas akhlak," Tutupnya. ***

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini